Gimana ya menjelaskannya,Giamana ya membahasakannya Kata ini seringkali saya lontarkan ketika mendiskusikan sesuatu hal, atu Jangan mendiskusikan deng, Menceritakan suatu hal saja. Kata ini saya ucapkan bukan semata-mata saya tidak bisa menjelaskannya atau tidak tau membahasakannya. mungkin sesekali Iya, saya merasa kesusahan. Acapkali hal itu saya katakan Karena saya ingin melibatkan kawan bicara saya dengan metode berfikir saya. Saya masukkan dia ke dalam imajinasi saya agar dia bisa memahami secara penuh. Karena kata pepatah ''Apabila ada dua orang yang saling sepakat bisa dipastikan yang mikir hanya satu orang". Cara saya meminimalisir hal demikian ya dengan mengucapkan kata-kata di atas. Agar apa yang kita obrolkan maksimal dan setiap pihak memberikan kontribusi baik kecil maupun besar.
Daripada kita hanya mementingkan diri kita sendiri, ada baiknya kita juga mementingkan orang lain, karena bisa jadi ketika kita berada di posisi susah, orang lain tersebutlah yang akan membantu kita. Jadi, tadi malam saya habis menyaksikan film Train to busan garapan sutradara Sang-Ho Yeon, pastinya teman-teman sudah cukup familiar dengan film yang cukup hits di tahun 2016 ini. Menariknya, saya baru saja menyaksikannya sekarang,karena dulu ketika di tawarkan untuk nonton film ini saya enggan, bukan karena tidak suka dengan Gendre-nya, bukan karena filmnya jelek dll, akan tetapi alasan saya menolak karena ada kekwatiran dalam diri saya akan kecanduan dengan flm-film korea.. hehe memang terkesan Norak, iyaa..memang saya Norak kwwk. Mungkin kali ini saya tidak akan panjang lebar menjelaskan terkait sinematogerapi, alur cerita, plot twist, cara bertutur film, Naskah dll. tetapi Yang mau saya sorot di sini yaitu terkait dengan moral value atau pesan moral f...
Komentar
Posting Komentar