Langsung ke konten utama

Postingan

Moral Value

Daripada kita hanya mementingkan diri kita sendiri, ada baiknya kita juga mementingkan orang lain, karena bisa jadi ketika kita berada di posisi susah, orang lain tersebutlah yang akan membantu kita.⁣ ⁣ Jadi, tadi malam saya habis menyaksikan film  Train to busan garapan sutradara Sang-Ho Yeon, pastinya teman-teman sudah cukup familiar dengan film yang cukup hits di tahun 2016 ini. Menariknya,  saya baru saja menyaksikannya sekarang,karena dulu ketika di tawarkan untuk nonton film ini saya enggan, bukan karena tidak suka dengan Gendre-nya, bukan karena filmnya jelek dll, akan tetapi alasan saya menolak karena ada kekwatiran dalam diri saya akan kecanduan dengan flm-film korea.. hehe memang terkesan Norak, iyaa..memang saya Norak kwwk. ⁣ ⁣ Mungkin kali ini saya tidak akan panjang lebar menjelaskan terkait sinematogerapi, alur cerita, plot twist, cara bertutur film, Naskah dll. tetapi Yang mau saya sorot di sini yaitu terkait dengan moral value  atau pesan moral f...
Postingan terbaru

Melibatkan

Gimana ya menjelaskannya,Giamana ya membahasakannya Kata ini seringkali saya lontarkan ketika mendiskusikan sesuatu hal, atu Jangan mendiskusikan deng, Menceritakan suatu hal saja. Kata ini saya ucapkan bukan semata-mata saya tidak bisa menjelaskannya atau tidak tau membahasakannya.  mungkin sesekali Iya, saya merasa kesusahan. Acapkali hal itu saya katakan Karena saya ingin melibatkan kawan bicara saya dengan metode berfikir saya. Saya masukkan dia ke dalam imajinasi saya agar dia bisa memahami secara penuh. Karena kata pepatah ''Apabila ada dua orang yang saling sepakat bisa dipastikan yang mikir hanya satu orang". Cara saya meminimalisir hal demikian ya dengan mengucapkan kata-kata di atas. Agar apa yang kita obrolkan maksimal dan setiap pihak memberikan kontribusi baik kecil maupun besar.

Refleksi 28 Oktober

Hari ini seperti yang sudah teman lihat di hampir semua media baik yang masih konservatif atau yang canggih seperti Socmed sekarang ini banyak sekali postingan terkait sumpah pemuda. Postingan ini saya harapkan berdampak bagi setiap followers saya, saya ingin sedikit berbagi; Tadi malam persisnya ketika sedang asyik membaca buku teman saya ngajakin makan. Tetapi saya bilang "Sebentar" Nyelesain bab ini dulu. . seketika dia duduk dan mengajukan banyak sekali pertanyaan tapi beberapa saya jawab dan lainnya saya abaikan karena saya anggap tidak penting. Dari sekian banyak pertanyaan yang paling menohok bagi saya sekaligus menampar saya adalah "Imam udah baca semua buku ini, sembari menunjuk Perpus Minj saya" dengan enteng saya jawab. "Belum semua" tapi sebagian besar sudah.  Dia kejar lagi dengan pertanyaan baru. "Buat apa imam beli, kalo tidak dibaca, kan sayang" Lalu saya menjawab "Saya baca kok, tapi kadang gk ada waktu. "Gk ada...

Cinta di usia senja

Sabtu 01 Februari 2020 23:05 WIB Tidak biasanya ibuku nelpon selarut ini, disela-sela pembicaraan Ibuku bercerita bahwasanya sekitar 2 Malam yang lalu beliau sempat sakit, padahal sebelum tidur beliau sehat-sehat saja, tetapi ketika tengah malam perutnya mules sehingga sempat beberapa kali ke kamar Mandi ditambah sesekali muntah. Selepas itu dia meminta bapak untuk membuatkan Air garam (Oralit). Kemudian  bisa-bisanya bapakku Bikin Oralit hanya seperempat gelas, Melihat hal itu sontak Ibu kaget lalu tertawa terpingkal-pingkal. Selesai menceritakan hal itu aku menanyakan sesuatu ke beliau "Sebelumnya, baik sore, siang, pagi Ibu makan apa?" Ibu gk ada makan apa-apa. Masih kek biasanya kok. Atau Jangan-jangan, "Jangan-jangan apa?" Bapak ngasih sedikit Racun ke makanan Ibu? Mendengar hal itu Ibu terpingkal-pingkal lagi. Selesai ketawa dia berkata. "Iya" Racun cinta. Hahahaha Kita tertawa bersama. kebetulan Ibuku menghadapkan kamera kearah Bapakku,...

Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana.

Oleh : Gusmus Kau ini bagaimana.. Kau bilang aku merdeka kau memilihkan untukku segalanya Kau suruh aku berfikir Aku berfikir kau tuduh aku kafir Aku harus bagaimana… Kau suruh aku bergeraklah Aku bergerak kau curigai Kau bilang jangan banyak tingkah Aku diam saja kau waspadai Kau ini bagaimana... Kau suruh aku memegang prinsip Aku memegang prinsip Kau tuduh aku kaku Kau suruh aku toleran Aku toleran kau bilang aku plin-plan Aku harus bagaimana… Kau suruh aku maju Aku maju kau serimpung kakiku Kau suruh aku bekerja Aku bekerja kau ganggu aku Kau ini bagaimana... Kau suruh aku taqwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa Kau suruh aku mengikutimu Langkahmu tak jelas arahnya Aku harus bagaimana.. Aku kau suruh menghormati hukum, Kebijaksanaanmu menyepelekannya Aku kau suruh berdisiplin, Kau mencontohkan yang lain Kau ini bagaimana... Kau bilang Tuhan sangat dekat Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat Kau bilang kau suka damai, ...

HAKIKAT HIDUP II

 (sa'id Rabi' Abdul Halim) Aku telah melihat dihadapanku bukti Mak aku peroleh petunjuk Aduhai, bagaimana ada kaum yang tersesat dari petunjuk itu: Sungguh alangkah baiknya jika aku tahu, mengapa dia tak tahu. Tuhanku berfirman: Kun/jadilah, maka aku jadi... Kini aku hidup Potensi ku di tanganku, gunakan mewujudkan rencana ku Aku bebas dalam pikiranku baik kedurhakaan maupun ketaatan Dalam hal yang demikian jelas, mereka tersesat! Bagaimana mereka tersesat? Sungguh, alangkah baiknya jika aku tahu mengapa apa Iya tak tahu!

HAKIKAT HIDUP I

(Elia Abu Madhi/Elia D. Madey (889 sampai dengan 1957 Masehi ) Aku datang tapi tak tahu dari mana Aku mau lihat satu jalan dihadapanku maka kulalui Aku kan terus berjalan suka atau tak suka Bagaimana aku datang? Bagaimana kulit jalanku? Aku tak tahu! Aku dalam wujud ini baru atau sejak dahulu? Aku bebas merdeka atau tawanan dalam belenggu? Apakah yang memimpin diriku atau dipimpin dalam hidupku? Aku ingin kiranya aku tahu, tapi aku tak tahu!