Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Melibatkan

Gimana ya menjelaskannya,Giamana ya membahasakannya Kata ini seringkali saya lontarkan ketika mendiskusikan sesuatu hal, atu Jangan mendiskusikan deng, Menceritakan suatu hal saja. Kata ini saya ucapkan bukan semata-mata saya tidak bisa menjelaskannya atau tidak tau membahasakannya.  mungkin sesekali Iya, saya merasa kesusahan. Acapkali hal itu saya katakan Karena saya ingin melibatkan kawan bicara saya dengan metode berfikir saya. Saya masukkan dia ke dalam imajinasi saya agar dia bisa memahami secara penuh. Karena kata pepatah ''Apabila ada dua orang yang saling sepakat bisa dipastikan yang mikir hanya satu orang". Cara saya meminimalisir hal demikian ya dengan mengucapkan kata-kata di atas. Agar apa yang kita obrolkan maksimal dan setiap pihak memberikan kontribusi baik kecil maupun besar.

Refleksi 28 Oktober

Hari ini seperti yang sudah teman lihat di hampir semua media baik yang masih konservatif atau yang canggih seperti Socmed sekarang ini banyak sekali postingan terkait sumpah pemuda. Postingan ini saya harapkan berdampak bagi setiap followers saya, saya ingin sedikit berbagi; Tadi malam persisnya ketika sedang asyik membaca buku teman saya ngajakin makan. Tetapi saya bilang "Sebentar" Nyelesain bab ini dulu. . seketika dia duduk dan mengajukan banyak sekali pertanyaan tapi beberapa saya jawab dan lainnya saya abaikan karena saya anggap tidak penting. Dari sekian banyak pertanyaan yang paling menohok bagi saya sekaligus menampar saya adalah "Imam udah baca semua buku ini, sembari menunjuk Perpus Minj saya" dengan enteng saya jawab. "Belum semua" tapi sebagian besar sudah.  Dia kejar lagi dengan pertanyaan baru. "Buat apa imam beli, kalo tidak dibaca, kan sayang" Lalu saya menjawab "Saya baca kok, tapi kadang gk ada waktu. "Gk ada...

Cinta di usia senja

Sabtu 01 Februari 2020 23:05 WIB Tidak biasanya ibuku nelpon selarut ini, disela-sela pembicaraan Ibuku bercerita bahwasanya sekitar 2 Malam yang lalu beliau sempat sakit, padahal sebelum tidur beliau sehat-sehat saja, tetapi ketika tengah malam perutnya mules sehingga sempat beberapa kali ke kamar Mandi ditambah sesekali muntah. Selepas itu dia meminta bapak untuk membuatkan Air garam (Oralit). Kemudian  bisa-bisanya bapakku Bikin Oralit hanya seperempat gelas, Melihat hal itu sontak Ibu kaget lalu tertawa terpingkal-pingkal. Selesai menceritakan hal itu aku menanyakan sesuatu ke beliau "Sebelumnya, baik sore, siang, pagi Ibu makan apa?" Ibu gk ada makan apa-apa. Masih kek biasanya kok. Atau Jangan-jangan, "Jangan-jangan apa?" Bapak ngasih sedikit Racun ke makanan Ibu? Mendengar hal itu Ibu terpingkal-pingkal lagi. Selesai ketawa dia berkata. "Iya" Racun cinta. Hahahaha Kita tertawa bersama. kebetulan Ibuku menghadapkan kamera kearah Bapakku,...