Langsung ke konten utama

Refleksi 28 Oktober



Hari ini seperti yang sudah teman lihat di hampir semua media baik yang masih konservatif atau yang canggih seperti Socmed sekarang ini banyak sekali postingan terkait sumpah pemuda.
Postingan ini saya harapkan berdampak bagi setiap followers saya, saya ingin sedikit berbagi;
Tadi malam persisnya ketika sedang asyik membaca buku teman saya ngajakin makan. Tetapi saya bilang "Sebentar" Nyelesain bab ini dulu. .
seketika dia duduk dan mengajukan banyak sekali pertanyaan tapi beberapa saya jawab dan lainnya saya abaikan karena saya anggap tidak penting.


Dari sekian banyak pertanyaan yang paling menohok bagi saya sekaligus menampar saya adalah "Imam udah baca semua buku ini, sembari menunjuk Perpus Minj saya" dengan enteng saya jawab. "Belum semua" tapi sebagian besar sudah.  Dia kejar lagi dengan pertanyaan baru. "Buat apa imam beli, kalo tidak dibaca, kan sayang" Lalu saya menjawab "Saya baca kok, tapi kadang gk ada waktu. "Gk ada waktu bagaimana"? Tanyanya.  Iya gk ada, contoh kayak sekarang ini, aku mau baca malah kau ganggu konsentrasi ku dengan banyak pertanyaan.

Gini mam, saya pernah dengar di salah satu Insta Story Imam. Kalo tidak salah Ceramahnya Ust Fakhruddin Faidz kira-kira begi :

jangan bilang kamu tidak punya waktu, gk ada waktu atau nggak cukup waktu.  Waktu yang diberikan pada mu Sama persis dengan waktu yang diberikan pada siapapun tokoh-tokoh Besar Seperti Soekarno, Kyai haji Hasyim Asy'ari, kyai haji Ahmad Dahlan, waktunya sama 24 jam persis tetapi  mereka bisa melakukan hal-hal besar.

Nabi Muhammad juga 24 Jam tapi manfaat hidupnya luar biasa, Maka jangan beralasan kita tidak punya waktu atau ndk ada waktu.  jangan-jangan kita saja yang tidak bisa me mangatur/ Memanajemen waktu.

Bagai kesengat listrik, muka saya langsung pucat. Alamak, Mati aku. dengan tidak banyak bicara. Saya langsung keluar kamar dan mengajak dia makan. 😂😂😂😂

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Moral Value

Daripada kita hanya mementingkan diri kita sendiri, ada baiknya kita juga mementingkan orang lain, karena bisa jadi ketika kita berada di posisi susah, orang lain tersebutlah yang akan membantu kita.⁣ ⁣ Jadi, tadi malam saya habis menyaksikan film  Train to busan garapan sutradara Sang-Ho Yeon, pastinya teman-teman sudah cukup familiar dengan film yang cukup hits di tahun 2016 ini. Menariknya,  saya baru saja menyaksikannya sekarang,karena dulu ketika di tawarkan untuk nonton film ini saya enggan, bukan karena tidak suka dengan Gendre-nya, bukan karena filmnya jelek dll, akan tetapi alasan saya menolak karena ada kekwatiran dalam diri saya akan kecanduan dengan flm-film korea.. hehe memang terkesan Norak, iyaa..memang saya Norak kwwk. ⁣ ⁣ Mungkin kali ini saya tidak akan panjang lebar menjelaskan terkait sinematogerapi, alur cerita, plot twist, cara bertutur film, Naskah dll. tetapi Yang mau saya sorot di sini yaitu terkait dengan moral value  atau pesan moral f...

HAKIKAT HIDUP II

 (sa'id Rabi' Abdul Halim) Aku telah melihat dihadapanku bukti Mak aku peroleh petunjuk Aduhai, bagaimana ada kaum yang tersesat dari petunjuk itu: Sungguh alangkah baiknya jika aku tahu, mengapa dia tak tahu. Tuhanku berfirman: Kun/jadilah, maka aku jadi... Kini aku hidup Potensi ku di tanganku, gunakan mewujudkan rencana ku Aku bebas dalam pikiranku baik kedurhakaan maupun ketaatan Dalam hal yang demikian jelas, mereka tersesat! Bagaimana mereka tersesat? Sungguh, alangkah baiknya jika aku tahu mengapa apa Iya tak tahu!

Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana.

Oleh : Gusmus Kau ini bagaimana.. Kau bilang aku merdeka kau memilihkan untukku segalanya Kau suruh aku berfikir Aku berfikir kau tuduh aku kafir Aku harus bagaimana… Kau suruh aku bergeraklah Aku bergerak kau curigai Kau bilang jangan banyak tingkah Aku diam saja kau waspadai Kau ini bagaimana... Kau suruh aku memegang prinsip Aku memegang prinsip Kau tuduh aku kaku Kau suruh aku toleran Aku toleran kau bilang aku plin-plan Aku harus bagaimana… Kau suruh aku maju Aku maju kau serimpung kakiku Kau suruh aku bekerja Aku bekerja kau ganggu aku Kau ini bagaimana... Kau suruh aku taqwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa Kau suruh aku mengikutimu Langkahmu tak jelas arahnya Aku harus bagaimana.. Aku kau suruh menghormati hukum, Kebijaksanaanmu menyepelekannya Aku kau suruh berdisiplin, Kau mencontohkan yang lain Kau ini bagaimana... Kau bilang Tuhan sangat dekat Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat Kau bilang kau suka damai, ...